Lubang tanah yang srcara ilmiah disebut Sinkhole yang awalnya menjadi kekahwatiran warga sekitaran kini malah menjadi wisata dan ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah.
Setiap hari warga mengunjunginya dan mengambil moment foto di lokasi tersebut, dan yang lebih mengkahwatirkanya banyak pengunjung yang mengambil air itu baik di masukanya ke dalam botol atau kantong pelastik berharap mendapatkan khasiat seperti mengobati penyakit.
Dikutip dari Halloriau.com bahwa Untuk memastikan keamanan dan memahami penyebab fenomena tersebut, Badan Geologi Kementerian ESDM menurunkan tim ahli ke lokasi pada Jumat (9/1/2026) dan Proses kajian dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (11/1/2026).
Dari hasil pengukuran awal menunjukkan kedalaman lubang bervariasi, ada yang 5 meter hingga 6,5 meter, dengan diameter lebih dari 10 meter,” ungkap Wali Jorong Tepi, Salmi
Secara terpisah, Fungsional Penyelidik Bumi Dinas ESDM Sumbar, Dian Hardiansyah, mengatakan kajian menyeluruh masih berlangsung, termasuk analisis kualitas air dan struktur tanah.
“pH airnya 5,4. Secara normal, air minum berada di kisaran pH 6 sampai 7. Artinya, air ini agak asam, tapi masih aman dikonsumsi dengan catatan harus dimasak,” jelas Dian, yang juga menjabat Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar.
Fenomena Sinkhole yang berada di area persawahan Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, secara ilmiah ini berarti air biasa yang dapat di minum dengan harus di masak terlebih dahulu dan dapat menghilangkan haus atau dahaga bisa fokus bekerja kembali.
#sumbar