Pekanbaru — Peluang Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, untuk memimpin Pemuda Panca Marga (PPM) Riau disebut semakin menguat. Dukungan dari sejumlah anggota dan simpatisan organisasi anak cucu pejuang itu terus mengalir, seiring mencuatnya kembali sejarah perjuangan almarhum Thamid Datuk Bendaro Kuning, pejuang rakyat Kuantan yang gugur mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1949.
“Datuk Bendaro Kuning bukan hanya milik keluarga kami, tetapi milik masyarakat Kuantan Singingi dan bangsa Indonesia. Semangat perjuangan beliau harus menjadi inspirasi generasi muda agar mencintai daerah, bangsa, dan negara,” ujar Suhardiman.
Narasi sejarah perjuangan tersebut kembali menjadi perhatian publik setelah Suhardiman melakukan ziarah ke makam sang pejuang dan menegaskan bahwa Datuk Bendaro Kuning merupakan kakek kandungnya. Dalam catatan sejarah, Datuk Bendaro Kuning dikenal sebagai salah satu putra terbaik Kuantan Singingi yang ikut berada di garis depan melawan agresi militer Belanda pada masa revolusi fisik 1945–1949.
Beliau bergerak bersama rakyat mempertahankan wilayah Kuantan dan Sumatera Tengah di tengah keterbatasan persenjataan maupun logistik. Perjuangannya meliputi pengamanan jalur gerilya, distribusi logistik pejuang, perlindungan masyarakat hingga menghadapi langsung pasukan kolonial Belanda. Datuk Bendaro Kuning kemudian gugur sebagai syuhada bangsa pada tahun 1949 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Dharma.
Munculnya kembali sejarah perjuangan tersebut dinilai menjadi energi moral tersendiri bagi Suhardiman Amby dalam pertarungan memperebutkan kursi Ketua PPM Riau, yang akan digelar Minggu, 17/5/26 ini di Pekanbaru. Banyak kalangan menilai, sosok Suhardiman dianggap memiliki keterikatan historis yang kuat dengan semangat perjuangan para veteran dan keluarga pejuang.
Mayoritas anggota serta simpatisan PPM Riau disebut meyakini organisasi itu akan semakin eksis di bawah kepemimpinan Suhardiman Amby. Penilaian tersebut tidak terlepas dari rekam jejak kepemimpinannya selama memimpin Kabupaten Kuantan Singingi.
- Keberhasilan mengangkat tradisi budaya Pacu Jalur hingga dikenal luas di tingkat nasional bahkan internasional menjadi salah satu contoh yang sering disebut.
- Berbagai kolaborasi dan gagasan yang dibangun Suhardiman dinilai mampu menghidupkan kembali kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya.
Kehadiran Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, bersama sejumlah pejabat nasional pada agenda Pacu Jalur yang sebelumnya sempat diragukan, akhirnya terbukti terealisasi.
Tak hanya dikenal sebagai kepala daerah, Suhardiman Amby juga memiliki perjalanan panjang dalam dunia organisasi dan pemerintahan. Ia pernah menjadi Anggota DPRD Riau, pimpinan komisi DPRD Provinsi Riau, Wakil Bupati Kuansing, Plt Bupati hingga kini menjabat sebagai Bupati Kuantan Singingi. Selain aktif di KNPI, Karang Taruna, dan PMI, Suhardiman juga dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Imam Saleh Inuman.
Di bidang akademik, ia menyelesaikan pendidikan doktoral Ilmu Manajemen di Universitas Pasundan pada tahun 2024. Di akhir narasi perjuangan tersebut ditegaskan bahwa jasa para pejuang daerah tidak boleh dilupakan sepanjang masa.
“Harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama,” menjadi pesan moral yang menggambarkan besarnya pengorbanan para pejuang kemerdekaan asal Kuantan Singingi. Kini, semangat perjuangan Datuk Bendaro Kuning disebut terus hidup melalui pengabdian dan kepemimpinan Suhardiman Amby dalam membangun Kuantan Singingi serta memperjuangkan eksistensi organisasi anak cucu pejuang di Riau.